Jumat, 15 April 2011

Terapi Menggambar Buat Anak Special ( Autis )


Seperti kita ketahui setiap individu anak istimewa ini memiliki sifat dan karakter yang unikyang tentu saja setiap terapi ataupun metode apapun yang diterapkan untuk anak-anak special ini juga berbeda-beda. Hanya saja secara umum saya akan memberikan cara-cara umum yang mungkin dapat membantu sebagai terapi gambar dan untuk mengembangkan kemampuan gambar anak-anak spesial ini. Sebelum memulai kelas gambar untuk anak special ini yang perlu digaris bawahi adalah bahwa semua hal yang berkaitan dengan pekembangan anak-anak ini adalah sebuah proses dan kita harus sabar dan bener-bener menghargai proses ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Anak-anak ini setidaknya harus sudah memiliki minat dan semangat yang tinggi dalam menggabar atau mewarnai. Kalau menurut saya hal ini dapat dilihat dari antusiasme mereka berupa celotehan/perkataan mereka “Pak ayo hari ini kita menggambar ayam” (Memey yang biasanya bilang kayak gini )…atau Tiara “power puff girl..power puff girl”atau Jason “Pak saya pengen gambar…pengen gambar” tetapi setelah memegang crayon hasilnya ngak karuan. Sebenernya semuanya itu tidak masalah yang jelas sudah ada antusiasme dari anak-anak special ini. Perlu diperhatikan usia anak dengan materi yang diberikan karena berpengaruh terhadap persepsi anak tentang gambar itu sendiri, tentang bentuk dan tentang warna. Pada kondisi anak normal saya memberikan 4 metode pembelajaran menggambar dan mewarnai yaitu mencontoh gambar dari instruktur, mencontoh gambar dari benda-benda/obyek di sekelilingnya, menggambar bebas dengan topic yang sudah ditentukan dan yang terakhir adalah khusus mewarnai. Ada kalanya bisa diterapkan seluruhnya untuk anak special ini atau bisa diterapkan secara bertahap dan dilihat perkembangannya. Mungkin yang paling mudah adalah dengan menerapkan menggambar bebas dan mewarnai terlebih dahulu. Saya masih belum merumuskan materi gambar berdasarkan tingkat usia anak-anak ini. Hampir semuanya menjalani materi yang sama mungkin saja seandainya ada banyak asisten bisa jadi materi gambar yang saya berikan berdasarkan perkembangan tingkat usia mereka. Karena anak-anak special ini memiliki karakter yang berbeda maka cara penanganannya pun juga berbeda.

Pertama Berdasarkan artikel-artikel kelas seni yang saya peroleh dari internet maka setiap kali memulai sebuah kelas seni dan mulai mengajarkan apa yang saya ketahui. Selembar kertas A4 selalu saya berikan kepada tiap siswa termasuk anak special ini. Dengan pensil kertas A4 dibagi menjadi 4 bidang tanpa menggunakan penggaris cukup dengan tangan saja, garis tidak simetris juga tidak masalah.Bidang pertama untuk menggambar manusia, bidang kedua untuk menggambar binatang, bidang ketiga untuk menggambar tanaman/pepohonan dan bidang keempat untuk menggambar Rumah. Berikan contoh tiap bidang jika memang belum bisa berimajinasi sendiri. Tujuan dari semua itu adalah untuk melihat seberapa jauh kemampuan gambar anak-anak special ini ataupun dapat diketahui tingkat imajinasinya. Media : kertas A4, pensil 2B dan penghapus.

Kedua Mulai berikan contoh menggambar dan mewarnai berupa obyek-obyek sederhana. Cukup gunakan kertas gambar atau HVS ukuran A4.Untuk tahap ini uji coba yang sudah saya lakukan adalah sebanyak 12 kali pertemuan. Tiap pertemuan sekitar 1,5 sampai 2 jam. 12 kali pertemuan ini selesai dalam jangka waktu 3 bulan karena hanya dilakukan tiap hari minggu saja. Dan di tiap pertemuan ada sekitar 5 gambar dimana anak-anak special ini dituntun dan diarahkan untuk menggambar dari mulai garis dasar sampai dengan mewarnai obyek gambar yang sudah jadi dari hasil karyanya sendiri. Dari 12 kali pertemuan itu ada sekitar 60 gambar yang sudah dipelajari anak-anak special ini. Media : kertas A4, pensil 2B, penghapus dan crayon ( segala merek crayon ).


Ketiga. Pada tahap kedua anak-anak mengalami teknik cara menggambar dan mewarnai setelah terlihat ada perkembangan selama 3 bulan. Mulai lakukan kompleksitas gambar bukan untuk mengharapkan hasil gambar mereka akan bagus tetapi untuk memberikan perbedaharaan gambar dan contoh gambar. Menurut saya pada tahap ini mengajarkan adanya kesulitan/permasalahan yang harus dihadapi anak-anak ini. Media : kertas A4, pensil 2B, penghapus dan crayon ( segala merek crayon ).


Keempat. Tahap ini saya lebih menfokuskan pada pewarnaan. Buat gambar yang akan diwarnai berupa bidang-bidang geometris seperti pada tahap satu. Hanya bedanya pada tahap keempat ini bidang gambar lebih luas karena kertas yang digunakan adalah kertas dengan ukuran A3. Jadi tiap kali pertemuan selama 1,5 sampai 1 jam cukup satu buah gambar yang wajib untuk diwarnai sampai selesai. Jangan lupa buatlah garis gambar yangtebal sehingga memudahkan bagi mereka dalam melakukan pewarnaan. Untuk pewarnaan bidang geometris lakukan variasi dari jumlah bidang yang harus diwarnai. Misalkan mewarnai lingkaran dengan ukuran besar jumlahnya hanya 6 buah. Selain lingkaran tadi yang diwarnaibackgroundnya juga harus diwarnai. Variasi dengan bidang geometris yang lain. Kalau sudah terlihat perkembangannya mulai tambah jumlah bidang geometrisnya ubah juga ukurannya jangan terlalu besar. Lakukanlah sampai terlihat perkembangan yang significant. Jika sudah berhasil mulai dengan mengulang cara ketiga tidak lagi bidang geometris tetapi sudah mewarnai obyek bebas dengan ukuran A3 dan gambar yang lebih kompleks tetapi lakukan juga secara bertahap. Jika tiba-tiba anak-anak spesial ini mengeluh merasa kesulitan ubah dan sesuaikan tingkat kesulitan pada gambar yang diwarnai. Media : kertas gambar A3 yang sudah terdapat pola gambar, crayon dengan berbagai merek


Kelima Tahap ini belum saya uji cobakan karena memang sejauh ini belum sampai ketahap ini. Pada tahap inimulai ditingkatkan pada pengenalan warna gradasi yang lebih detail, menggambar bebas merubah media dan peralatan gambar dengan cat air.


Menurut informasi dalam situs http://www.crayola.com/ Fungsi menggambar / mewarnai. Secara fisik : Membantu koordinasi mata dan tangan, aktivitas tangan akan membantu pengembangan rasa ( perasaan ), ketangkasan/ketrampilan tangan, ketelitian dan genggaman tangan. Secara sensory : Membantu fokus stimulasi sensory, pemrosesan penglihatan visual dan perhatian, kelengkapan feedback sensory. Secara komunikasi : Membantu visualisasi perasaan dan ide-ide,proses ekspresi verbal, memberikan jalan untuk proses ekspresi diri melalui warna dan gambvar visual, mempromosikan hubungan dan interaksi dengan teman-teman sebaya lainnya. Secara cognitive : Membantu stimulasi mental dan fokus,kemampuan pemecahan masalah dan pengorganisasian ide-ide,perhatian terhadap detail dan kreativitas. Secara Sosial dan Emosional : Membantu melepaskan perasaan tegang dan mengurangi kecemasan, pemrosesan kepercayaan diri,menfasilitasi identifikasi emosi dan ekspresi serta kesadaran akan individualistis dan keunikan. Fungsi melukis ( menurut saya yang dimaksud melukis adalah menggunakan media cat air,cat minyak atau cat basah lainnya ) Secara fisik : Membantu proses pengontrolan tangan dan jari, eksplorasi jari dan menggerakkannya, ketrampilan dan ketelitian, melatih otot-otot tangan. Secara sensory : Membantu fokus perhatian visual dan pemrosesan, menstimulasi ujung-ujung jari, visual sensory feedback,responsi terhadap input sensory. Secara komunikasi : Membantu pengembangan non verbal ekspresi, emosi,ide dan pesan yang ingin disampaikan,diskusi verbal tentang hasil karyanya, kesempatan untuk menyampaikan ekspresi verbalnya secara spontan. Secara cognitive : Membantu stimulasi mental,kemampuan penyelesaian masalah ( contoh dalam pemilihan warna ) dan kreativitas. Secara Sosial dan Emosional : Membantu kepercayaan diri dan rasa dapat menyelesaikan sebuah tugas/pekerjaan, sosialisai dan pembicaraan dengan teman lainnya,keluarga dan terapish, membantu kesabaran, menyesuaian tindakan dan perasaan daalm sebuah ekspresi gambar. Semoga sedikit artikel ini dapat membantu bagi perkembangan anak-anak autis. Dan sebagai media sharing berbagi pengalaman bagi orang-orang tua yang dianugerahkan anak-anak spesial ini ataupun para ahli yang ingin mengadakan riset bersama tentang dampak terapi gambar terhadap autisme. Source : www.crayola.com.


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sigid/terapi-menggambar-buat-anak-special-autis_5500b0d8813311491bfa7cb6

Selasa, 22 Maret 2011

Kemampuan Gambar, Kreativitas & Ekspektasi Orang Tua


Tidak banyak yang bisa diutarakan, saat merasa kebingungan antara mengembangkan kemampuan gambar anak dan kreativitasnya ataukah mengikuti ekspektasi orang tua. Sebagai seorang pendidik pasti menginginkan semua muridnya menjadi berhasil atau bahkan melebihi gurunya. Tetapi dalam perjalanan ternyata banyak sekali kerikil-kerikil yang harus dilalui. Apalagi untuk mendidik anak-anak dalam seni. Menurut saya seni itu relative seperti selera seseorang. Saya suka dengan scoopy tapi banyak temen-temen yang lebih menyukai motor-motor besar kata mereka itu gagah dan terlihat macho. Tapi bagi saya kalau ditanya kenapa suka scoopy saya jawab karena saya suka dengan sesuatu yang klasik dan retro. Mungkin itulah selera yang harus dihadapi oleh seorang pendidik dengan orang tua. Bisa jadi Karen amemang pola pikir semua orang serba instant menginginkan semuanya serba cepat tanpa mau menunggu atau sabar dalam sebuah proses. Seni itu hanya bisa dilihat dari hasilnya bahkan tidak bisa diukur dengan sebuah nilai atau teknik khusus. Teknik-teknik hanya digunakan untuk sebuah target kemenangan dalam lomba melukis, mewarnai, atau program kelas seni yang harus diselesaikan. Dapat juga teknik digunaka kalau seni sudah menjadi industri kreatif dimana seorang seniman harus menyelesaikan sebuah karya seni dalam rentang waktu tertentu karena hasilnya harus segera dipasarkan memenuhi permintaan konsumen. Bagi saya akan lebih baik pada awalnya diberikan cara-cara paling mudah untuk menggambar dengan langkah awal. Daripada selalu memberikan contoh. Bagaimana menjadi bisa berkembang kalau anak didik hanya mencontoh saja. Dalam menggambar tidak pernah ada yang salah selalu ada cara untuk membuat garis yang kurang tepat menjadi tepat dan indah dilihat karena menggambar bukanlah matematika. Setahun yang lalu Ryanda seorang murid special saya selalu saja mencontoh gambar-gambar yang saya berikan . Pada akhirnya saya sadar ini bukan cara yang tepat,pada awalnya sebagai perkenalan mungkin tepat tetapi menjadi tidak tepat lagi kalau terus menerus Ryanda menjadi seorang plagiant seni. Mulai saat itulah Ryanda mulai didorong untuk tidak mencontoh gambar yang saya berikan atau hanya memberikan tema dan memintanya untuk membuat gambarnya sendiri. Meski belum terlihat hasilnya secara significant saya yakin Ryanda akan semakin kreatif dalam proses yang dilaluinya dan saya tidak perlu merasa kawatir akan ekspektasi orang tua karena yang menggambar bukanlah orang tuanya tapi Ryanda “ The Young Artis”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sigid/kemampuan-gambar-kreativitas-ekspektasi-orang-tua_550098caa33311260d50fd70

Minggu, 06 Februari 2011

Strategi Buat Anak Untuk Menang Dalam Lomba Menggambar



Strategi ini adalah strategi teknis yang bisa diterapkan untuk anak-anak asalkan disertai dengan kedisiplinan dan ketekunan dalam penerapannya. Mudah-mudahan dalam metode ini anak-anak akan mampu menghasilkan sebuah karya seni yang memiliki nilai lebih dari hasil karya seni anak-anak yang lain. Strategi dan metode ini dapat digunakanbaik anak yang memang memiliki bakat seni ataupun anak-anak biasa yang memang memiliki ketekunan dan semangat untuk belajar seni. Tahapan strategi yang digunakan yaitu sebagai berikut : Time Limitation, membiasakan anak-anak untuk menyelesaikan hasil karya gambarnya dalam waktu 1- 1,5 jam. Karena pada umumnya lomba menggambar, mewarnai ataupun melukis memberikan tenggang waktu penyelesaian dalam 1- 1,5 jam tersebut. Dengan membiasakan penggunaan timing anak-anak sudah memiliki criteria pertama berupa kecepatan penyelesaian gambar. A3 Paper Works, misalkan pada kelas-kelas gambar biasa menggunakan kertas A4,, maka untuk membiasakan anak agar terbiasa menggambar ataupun mewarnai bidang gambar yang luas gunakanlah kertas gambar A3. Lomba mewarnai ataupun menggambar lebih banyak menggunakan kertas gambar dengan ukuran A3. Dengan membiasakan anak-anak menggambar dengan kertas ukuran A3 mereka tidak akan merasa canggung lagi untuk mewarnai atau menggambar pada bidang gambar yang luas. Full Color Result, Biasakan anak-anak untuk dilatih dan dididik mewarnai semua area gambar. Jangan biarkan satupun area gambar yang tanpa warna. Keindahan dan hasil akhir gambar akan sangat dipengaruhi oleh bidang gambar yang berwarna. Hasil akan terlihat sangat bagus meskipun tanpa menggunakan pewarnaan dengan teknik gradasi atau teknik lainnya. Gradasi Color, Teknik diterapkan setelah anak-anak menguasai ketiga teknik diatas. Inti dari gradasi adalah mengasah kemampuan anak dalam memberikan warna dari gelap ke terang, tebal ke tipis. Pewarnaan ini akan semakin memperindah hasil akhir dari gambar atau pewarnaan. Punching/Pushing Color, Ini adalah teknik pewarnaan yang jarang sekali digunakan pada saat menggunakan media crayon. Setelah semua bidang gambar penuh dengan warna gunakanlah teknik ini yaitu dengan cara menekan bidang yang sudah diwarnai dengan benda tumpul misalkan bagian atas pencil yang tumpul atau penekan khusus yang terbuat dari kayu. Alat untuk penekan biasanya sudah ada jadi satu pada merek crayon-crayon tertentu . Alat penekan ini berbentuk seperti pisau kecil yang terbuat dari plastic. Efek yang ditimbulkan dari teknik ini hasil gambar dari crayon akan terlihat masuk kedalam kertas seperti hasil pewarnaan dengan spidol dan terlihat lebih bersih. Karena menggambar dan mewarnai selain sebuah bakat yang dimiliki seseorang bukan berarti menggambar dan mewarnai tidak bisa diajarkan kepada anak-anak yang kurang mempunyai bakat dalam hal seni. Dengan kelima teknik diatas diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk memperoleh peluang kemenangan dalam lomba menggambar dan mewarnai.


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sigid/strategi-buat-anak-untuk-menang-dalam-lomba-menggambar_55007bbf813311e118fa78ea

Kamis, 20 Januari 2011

Mengasah Kreatifitas Anak dengan Menggambar


Salah satu cara untuk mengasah kreativitas anak yaitu dengan cara menggambar. Dengan menggambar anak-anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam warna dan garis. Mereka bebas bereksperiment dengan warna-warna itu. Imajinasi dan kreativitas mereka akan dapat dilihat dari hasil akhir gambar yang mereka hasilkan nantinya. Sedangkan teknik yang digunakan dalam melatih kemampuan anak dalam menggambar menurut saya dapat dibagi menjadi 4 kategori : 1. Memperkaya kemampuan menggambar/ Teknik Mengcopy Maksud dari memperkaya kemampuan menggambar yaitu dengan cara memberikan banyak contoh gambar dan cara menggambar kepada anak-anak. Hal ini dimulai dengan menggambar dalam bentuk yang sederhana berupa satu objek kemudian meningkat perlahan-lahan sampai beberapa objek. Teknik ini akan membantu anak dalam menggambar semua objek yang pernah diberikan. Hanya saja kelemahan dari teknik ini anak hanya bisa mencontoh saja. Dan mereka menjadi tidak mempunyai ide untuk dapat menuangkan kreatifitasnya dalam bentuk gambar. Seakan-akan mereka menjadi pintar menggambar hanya berdasarkan database mereka ( bentuk-bentuk gambar yang sudah diajarkan ). Sebagai contoh : jika instruktur/ pengajar/guru hanya mengajarkan cara menggambar binatang, anak-anak akan menjadi pandai dan mahir dalam membuat binatang, karena memang pola dan teknik menggambar biantang sudah mereka kuasai. Akan tetapi mereka akan mengalami kesulitan jika diminta untuk menggambar objek lain selain yang sudah pernah diajarkan misalkan mobil, rumah dll. Inilah kelemahan dari teknik memperkaya kemampuan gambar/ Teknik Mengcopy. 2. Mengembangkan kemampuan mewarnai/ Teknik Permainan Warna Otak manusia tentu saja termasuk anak-anak sangat menyukai warna. Bayangkan saja apabila anak-anak disodorkan sebuah buku dengan warna hitam putih dan buku dengan gambar yang berwarna tentu saja mereka akan lebih memilih gambar yang berwarna. Begitu juga dengan anak-anak mereka akan sangat tertarik dengan kegiatan/aktivitas mewarnai. Cara pertama yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan anak dalam mewarnai adalah dengan cara mewarnai bentuk/shape yang sederhana contoh mewarnai lingkaran, segitiga, bintang dll. Kemudian menambah lagi bidang warna yang harus diwarnai. Sebelum menambahkan bidang warna dapat juga dilatih dengan tetap mewarnai bidang warna hanya saja ukuranya yang diperbesar. Cara kedua, dengan memberikan buku mewarnai tetapi yang perlu diingat adalah tahapan buku mewarnai yang diberikan seperti cara pertama. Misalkan kita ingin memberikan buku mewarnai binatang, untuk tahap awal berikan buku mewarnai yang hanya bergambar satu objek binatang saja setelah terlihat mulai bagus hasil pewarnaannya tingkatkan dengan memberikan buku mewarnai lebih dari satu objek gambar sehingga tingkat kesulitannya semakin meningkat. Cara ketiga dilakukan setelah anak-anak mulai menguasai kedua teknik diatas dan dapat bermain dengan komposisi warna yaitu bermain dengan warna dari warna-warna dasar( primer ) merah, kuning dan biru. Pencampuran dari warna primer ini akan menghasilkan warna baru yang disebut warna sekunder misalkan biru dengan kuning akan menghasilkan warna hijau, kuning dengan merah akan menghasilkan warna jingga dsbnya. Untuk pengembangan lebih lanjut anak-anak mulai dapat diajarkan tentang teknik gradasi. Pewarnaan transisi antara terang dan gelap. Inilah salah satu trik yang dapat membuat gambar menjadi semakin indah. 3. Mengembangkan kreativitas anak dengan menggambar bebas Banyak anak yang hanya bisa menggunakan teknik mengcopy/ mencontoh gambar-gambar yang sudah diberikan. Hal yang paling bagus bagi anak-anak adalah dengan cara membiarkan mereka dengan membuat gambar bebas. Biarkan anak-anak bereksplorasi dengan imajinasi, ide dan kreatifitasnya. Mereka akan mempunyai cara sendiri untuk menuangkan ide dan imajinasinya kedalam sebuah bentuk gambar. Jangan berikan pembatasan atau menyalahkan kreatifitas anak seperti misalkan gunung seharusnya warna biru anak tersebut memberikan warna lain seperti warna merah. Ini adalah perwujutan dari imajinasi dan kreatifitas mereka dan biarkan mereka memberikan jawaban atas ide mereka tersebut. Untuk melatih teknik yang ketiga ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pertama yaitu mengcopy hanya saja bukan mengcopy gambar yang sudah jadi akan tetapi anak-anak dibiarkan untuk memilih sendiri obyek diluar ruangan yang ingin mereka gambar. 4. Mengembangkan kreativitas anak dengan pencampuran berbagai media Bentuk lanjut dari kreativitas anak dapat dilihat dari konteks pemanfaatan berbagai macam alat warna seperti : crayon,arcrylic, cat poster, spidol,conte atau pewarna lainnya. Digabungkan , dieksplorasi dan dikolaborasikan semuanya menjadi sebuah karya seni. Hal ini akan lebih memacu kreativitas anak bahwa untuk membuat sebuah karya seni tidak harus bergantung hanya dengan satu bentuk alat warna saja atau hanya dengan menggunakan satu media gambar saja. Agar kreativitas mereka semakin berkembang bahwa untuk membuat sebuah karya seni dapat menggunakan alat warna apapun dan pada media apapun juga. 

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sigid/mengasah-kreatifitas-anak-dengan-menggambar_550070e6813311a119fa76ba